Cara menyimpan uang di bidang investasi properti

Cara menyimpan uang di bidang investasi properti

Menyimpan uang di Bank merupakan langkah pintar namun lebih cerdas jika memutarnya dibidang investasi properti untuk mendapat keuntungan lebih. Harga properti yang terus naik menjadikan kelebihan tersendiri sehingga menarik investor untuk terjun ke dunia ini. Berikut ini beberapa uraian yang mungkin terkait dengan proses bisnis investasi properti ini.
Kekurangan menyimpan uang dibidang properti
Terkadang tidak bisa di uangkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan, hal ini berbeda dengan uang tunai yang bisa dibuat transaksi secara cepat.
Terdapat resiko kerusakan bangunan seperti bertambah tuanya umur bangunan atau terjadi bencana alam.
Barang simpanan berupa properti terletak disuatu tempat yang tetap sehingga tidak bisa diakses langsung dari manapun.
Perlu ketelitian dalam mengecek kebenaran surat-surat sertifikat properti, umtuk mengatasinya bisa bekerjasama dengan notaris.
Kelebihan menyimpan uang dibidang properti
Lebih aman terhadap inflasi atau penurunan nilai mata uang, contohnya jika pada tahun 1990 harga beras per kg Rp.600,00 kemudian ditahun 2012 harga beras satu kg adalah Rp.7000,00. bisa dibayangkan bagaimana nasib yang menyimpan dalam bentuk uang tunai ditahun lalu untuk digunakan sepuluh atau beberapa tahun kemudian.
Harga properti cenderung naik apalagi jika terletak dilokasi strategis atau di kota besar yang banyak menarik pembeli sehingga selain uang tersimpan dengan aman juga ada bonus hasil investasi.
Barang berupa propeti terlihat jelas dan dapat dipantau setiap saat, pengurusanya bisa dikerjakan kepada orang lain.
Properti dapat disewakan dalam waktu harian, per bulan atau sistem tahunan sehingga bisa menjadi sumber penghasilan tetap bagi pemiliknya.
Harga jual properti dapat ditingkatkan dengan modal sedikit caranya dengan melakukan renovasi bentuk arsitektur atau melakukan pengecatan ulang agar menarik pembeli dengan nilai jual tinggi.
Dapat dijadikan agunan untuk meminjam uang di bank.
Tidak perlu mempunyai uang senilai harga jual properti untuk membeli, misalnya melakukan pembelian dengan sistem KPR yang hanya perlu menyiapkan uang sebesar 20% dari harga beli kemudian sisanya diangsung sesuai jangka waktu dan besar angsuran yang telah disepakati pemebeli dan pihak Bank.
Cara investasi dibidang properti
Membangun atau membeli rumah kos untuk disewakan sehingga dapat menjadi sumber penghasilan rutin.
Membangun Mal atau pusat perbelanjaan untuk mendapatkan hasil sewa kios dan keuntungan dari transaksi jual beli kegiatan perdagangan.
Membeli rumah di perumahan pada lokasi strategis dan aman terhadap bencana seperti banjir sehingga grafik perkembangan harganya naik, hal ini mempunyai nilai keuntungan investasi lebih tinggi dari pada menyimpan uang di BANK.
Menjadi developer perumahan untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis properti.
Membangun hotel atau apartemen untuk disewakan.
Membeli tanah untuk ditingkatkan nilainya dengan membangun rumah diatasnya sehingga mendapatkan nilai harga jual kembali yang lebih besar.
Menjadi kontraktor bangunan yang menawarkan jasa pelaksanaan pembangunan.
Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan cara menyimpan uang dibidang bisnis investasi properti, dilihat dari resiko serta kelebihanya, semoga bermanfaat

via Rumah Tanah Dijual,Di Bogor http://rumahjualdibogor.blogspot.com/2013/03/cara-menyimpan-uang-di-bidang-investasi.html