Agar Investasi Properti Optimal

Agar Investasi Properti Optimal

Meski cukup aman, berinvestasi di properti bukan tanpa risiko. Menurut Mike Rini Sutikno, CFP, Managing Partner MRE Financial & Business Advisory (PT Mitra Rencana Edukasi), ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar investasi properti Anda aman dan keuntungannya bisa optimal.

Lokasi. Nilai atau harga sebidang tanah dan kecepatan kenaikan harganya tidak sama di berbagai tempat. Tanah di kota tidak sama dengan di desa,. Tanah di pusat kota (walaupun di “gang senggol”) tidak sama dengan tanah pinggiran kota, tanah di kawasan industri juga tidak sama dengan wilayah perumahan, dan lain sebaginya. Harga tanah yang paling cepat naik tentunya berada di wilayah pusat bisnis karena banyak peminatnya sehingga relatif mudah diperjual belikan atau likuid. Karena itu harganya mahal.

Bebas Sengketa. Jangan membeli tanah yang belum jelas statusnya atau masih dijaminkan kepada pihak lain (misalnya bank), masih dalam perkara sengketa di pengadilan karena karena beberapa kasus dan lain-lain. Sebaiknya memang tidak dibeli karena resiko terjadinya sengketa di kemudian hari sangat besar.
Dokumen atau surat-surat tanahnya lengkap. Pastikan bahwa tanah yang dibeli dokumennya lengkap. Seperti Sertifikat tanah (SHM atau SHGB), IMB, kalau ada bangunannya mintalah fotokopi cetak biru bangunannya (blue print-nya), SPPT PBB tahun terakhir. Periksalah data-data pada dokumen tanah dengan kenyataan fisiknya (luas tanah, lokasi, masa berlaku, dll).
Asumsi return hasil investasi. Investasi properti yang baik adalah yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda baik berupa pendapatan tetap (dari uang sewa) maupun potensi kenaikan harganya (selisih harga jual beli). Hitunglah berapa asumsi return hasil investasi yang bisa Anda dapatkan dari kenaikan harga tanah di daerah tersebut. Jika Anda mendirikan bangunan kost, hitung berapa harga sewa rata-rata yang wajar untuk daerah itu.

Biaya-biaya. Return hasil investasi akan berkurang karena biaya-biaya. Misalnya biaya pembelian tanahnya (biaya notaris, pajak, balik nama sertifikat, dll), PPB tahunan, renovasi/ perawatan, listrik, telepon, kebersihan, dll. Jagalah agar dalam masa investasi ke tanah/ rumah sewa, untuk bisa menekan biaya serendah mungkin.

via Rumah Tanah Dijual,Di Bogor http://rumahjualdibogor.blogspot.com/2013/03/agar-investasi-properti-optimal.html