Kamar Tidur Rumah dengan Nuansa Alam

Kamar Tidur Rumah dengan Nuansa Alam
detail berita

SETIAP hari salah satu aktivitas manusia adalah tidur. Hubungannya erat aktivitas antara tidur dengan wadahnya yaitu kamar tidur. Wajah kamar tidur mencerminkan kepribadian pemilikinya. Tak jarang pemilik kamar tidur menentukan langsung kosep kamar tidurnya, seperti kamar yang hemat energi, dan kembali ke alam.

Tapi apapun kepribadiannya dan apapun konsepnya,  kamar tidur harus cukup nyaman untuk digunakan oleh pemiliknya. Pemilik kamar tidur dapat istirahat sehingga menhasilkan energi baru setelah seharian beraktivitas. Kamar tidur menjadi tempat yang sangat didambakan setelah badan begitu letih.

Kamar tidur yang nyaman, tidak perlu mewah tapi sangat nyaman untuk beristirahat. Hal ini bisa diciptakan saat dilakukan perencanaan kamar mulai dari pencahayaan, udara, suara, luas kamar, sampai fasilitas yang tersedia.

Kamar menggunakan konsep kembali ke alam. Bagi pemilik yang ingin menggunakan konsep ini, tentu segala sesuatu yang berhubungan dengan alam sudah begitu akrab secara emosional. Dengan begitu mudah untuk menggambarkan suasana yang dimaksud. Hubungan emosional antara konsep yang akan diterapkan dengan pemiliknya, akan menambah suasana positif bagi ruang.

Visual, Audio, dan Emosional
Konsep alam berarti unsur alam banyak dimasukkan dalam desain ruang. Bila ruang tidur memiliki view yang bagus, maka secara visual, lansekap alami disekitar ruang tidur tersebut dapat merupakan bagian dari desain ruang. Tetapi bila pemandangan disekitar tidak terlalu bagus, maka dapat digunakan penataan lansekap buatan untuk dimasukkan dalam desain ruang tidur ini.

Contohnya, bila dari sudut ruang tidur dapat dinikmati keindahan laut, hamparan kebun teh, hutan pinus, atau lembah dengan air terjunnya, maka lansekap alami atau bentang alam ini bisa dimasukkan ke dalam desain ruang. Bentang alam tersebut dibuat seakan akan sebuah lukisan alam yang terpampang di salah satu dinding kamar tidur.

Tempatkan jendela besar untuk menikmati pemandangan ini. Seminimal mungkin  frame dari lukisan alam, agar secara emosional pemilik kamar dapat  menyatu dengan alam tersebut. Bisa dipahami, betapa besar dampak emosional alam terhadap penikmatnya.

Gelap terang bentang alam hadir dengan begitu natural, sangat berbeda dengan lukisan pemandangan yang terpampang penuh dengan cara ditempelkan. Bahkan layar teknologi tinggi pun tidak dapat menyamai bentang ala mini. Nafas alam, tarikan dan hembusannya menyatu dengan penikmat atau pemilik kamar ini.

Secara audio, seperti suara gemericik air, desir angin, dan gesekan daun, dihadirkan pada kamar ini.  Menghadirkan suara alam, tidak ada penghalang suara tersebut masuk ke dalam kamar. Sambil menikmati empuknya tempat pembaringan, diiringi suara alam. Hmm, betapa sejuk dan tenangnya.
Gemericik air dihadirkan dengan air mancur yang cukup mengeluarkan suara lembut.

Bila desir angin dan gesekan daun bisa hadir bila berada disuatu halaman yang cukup besar dan angin lembut menyapu. Tempatkan air mancur disuatu tempat sehingga merupakan bagian dari bentang alam tersebut, bila penikmat melihat dari salah satu sudut unggulan dari dalam kamar tidur. Bisa saja dari tempat tidur, sebuah kursi dekat jendela, atau salah satu sudut di kamar mandi.

Ada satu dimensi lagi, sehingga menikmati alam dengan sempurna, yaitu sentuhan terhadap kulit. Andai angin tersebut dapat menyapu lembut di kulit, atau gemericik air yang dapat mempengaruhi secara emosional. Sisi dinding ini dapat dibuka, dengan kanopi yang cukup lebar. Pemandangan dapat masuk ke kamar, suara gemericik air,desir angin tidak ada penghalang, apalagi terlihat cipratan air sangat dekat.

Pemanfaatan lansekap alam sebagai lukisan alam dalam desain ruang, sekaligus memiliki dua jenis lukisan, yaitu pada malam hari dan siang hari. Kualitas berbeda pada siang dan malam hari, begitu pula untuk desir angin.

Pada malam hari, terlihat titik cahaya bergerak dikejauhan artinya kapal kapal nelayan bergerak. Atau dikejauhan terlihat titik titik cahaya kadang terang kadang redup bahkan hilang. Menikmati pemandangan ini, diteras dengan kanopi yang cukup lebar, diiringi suara lembut  gemericiknya air mancur.

Taman Mungil
Kualitas kamar tidur yang nyaman dengan menggunakan konsep alam, bisa saja dihadirkan kawasan kota besar. Tentu kualitasnya berbeda dengan lansekap alam, tetapi setidaknya lansekap buatan dapat membantu. Konsep lansekap buatan dapat hadir dalam bentuk lansekap alam mini. Meskipun tidak dapat menyamai luasnya lautan, meskipun bukan lansekap yang memiliki dua wajah (siang dan malam) tetapi lanskap buatan dapat pula tampil cantik. Tata lampu dapat membantu kecantikan lansekap buatan ini pada malam hari.

Kekuatan bentang alam berbeda dengan lansekap alam buatan, untuk itu bukaan yang cukup besar dapat memaksimalkan keberadaan unsur alami. Pintu lipat kaca digunakan pada salah satu dinding, sehingga bila pada saat akan menikmati pemandangan saja, pintu dapat ditutup. Tetapi jika ingin menikmati audio dan gesekan angin pada kulit, maka pintu dapat dibuka. Pintu lipat merupakan pilihan yang tepat karena menghasilkan suatu pemandangan yang penuh, tanpa frame atau bingkai.

Potensi Alam
Memaksimalkan potensi alam dengan meminimalkan penggunaan energi. Pencahayaan alami maksimal digunakan, dengan minimal menggunakan lampu dengan membutuhkan energi besar. Ganti dengan jenis lampu yang hemat energi. Batasi pula penggunaan banyak penerangan buatan, yang otomatis banyak menggunakan energi.

Ganti peralatan listrik di dalam kamar yang hemat energi. Begitu pula direncanakan pemilihan armature lampu atau kap lampu yang digunakan. Pendar lampu sangat berpengaruh terhadap efisiensi lampu hemat energi. Tidak salahnya menggunakan kap lampu dari kertas daur ulang, karena sudah memikirkan dan ikut andil dalam penghematan energi.

Bukaan pada dinding yang cukup besar, memaksimalkan udara masuk ke dalam kamar tidur. Sehingga tidak perlu menggunakan pendingin buatan, cukup menggunakan kipas angin. Bentuk kipas angin yang cantik juga dapat menambah cantik ruang tidur ini.

via Rumah Tanah Dijual,Di Bogor http://rumahjualdibogor.blogspot.com/2013/03/kamar-tidur-rumah-dengan-nuansa-alam.html